Cerpen Nazhira Zahran

By dewi kustati - March 04, 2012

Nazhira Zahran, saya baru mengenalnya sekitar semester tiga kemarin. Dia murid kelas empat SD di SD Gagas Ceria. Kurang lebih sudah hampir tiga bulan ini dia belajar dengan saya.
Pertemuan sebelumnya dia sempat mengatakan bahwa dia mendapat tugas untuk menulis cerpen dari gurunya. Karna waktu itu saya sudah hampir pulang akhirnya saya hanya bisa mencarikan referensi cerpen dari internet dan saya copy kan, lumayan banyak, mungkin sekitar lima atau tujuh cerpen. Semua cerpen yang saya berikan tema nya tentang dongeng hewan dan beberapa tentang lingkungan. Sebenarnya dia sudah punya banyak buku cerpen, tapi setelah saya mendengarkan ide untuk cerpennya yang menurut saya sedikit tidak masuk akal jadi saya putuskan untuk mencarikan dia cerpen dan berharap dia dapat inspirasi yang lebih baik. Waktu itu dia bilang cerpen yang akan dia buat menceritakan tentang seorang anak yang kepribadiannya berubah setelah menemukan cermin di gudang, anehnya kata Zhira si anak itu jadi suka sama Selena Gomes dan Katy Perry karena cermin yang ditemukannya. Waktu itu saya cuma bisa gumun dan mbatin “Ya Alloh apa hubungan cermin dengan Selena Gomes dan Katy Perry”. Sedikit informasi, Nazhira sangat mengidolakan Katty Pery, dia sering sekali menceritakannya pada saya. Berkali-kali.
Hari Kamis sore, 1 Maret 2012 kemarin, seperti biasa saya ke rumahnya untuk menemani dia belajar atau membantunya mengerjakan PR kalau ada. Sebelum mengerjakan PR dia menunjukkan kepada saya cerpen yang sudah dibuatnya. Judulnya “Petualangan Memusnahkan Cermin Terlarang”, sudah di print, ada empat lembar, sebenarnya bisa cukup satu lembar kalau ukuran font nya tidak 20. lol
Jadi seperti inilah cerpennya.  

Petualangan Memusnahkan Cermin Terlarang
       Dikelas Hatta (nama ini hanya disebutkan sekali dalam cerpen), ada anak  yang cukup terkenal  dia bernama Dina ,Dina itu orangnya  tomboy loh.  Suatu hari Dina, Anggi  dan Tita  sedang bermain petak umpet,  hompimpah alaiyum gamreng yang jadi kucing  Tita,  tiba- tiba terdengar suara aw……. suara apa itu Tita langsung pergi menuju suara itu, eh.. ternyata itu Anggi,  Anggi berkata : dimana Dina ya… aku tidak tahu, kita pulang yu, karena hari sudah sore. Setelah dicari-cari (yang mencari siapa???kan tadi dina dan anggi pulang karna sudah sore) ternyata Dina lagi di gudang ,  saat di gudang Dina melihat cermin yang aneh, kata Dina kepalanya  merasa pusing (?)  ketika dia memegang cermin itu.
       Saat tiba  di sekolah Dina memakai baju warna pink dan memakai rok mini, kelakuannya pun berubah Dina kini semakin menjadi centil. Ketika ketemu di elmuloka (sejenis perpustakaan kata Zhira) Anggi mengajak  Dina untuk membaca buku fisika tetapi Dina menolak, dia lebih memilih membaca buku barbie. Tita merasa aneh melihat kelakuan Dina yang semakin  berubah. Saat pulang sekolah Anggi dan Tita mengunjungi rumah Detektif Randi, mereka menanyakan kepada Detektif Randi kenapa kelakuan Dina menjadi berubah. Detektif Randi menjawab: penyebanya adalah Cermin Centil (padahal di judulnya cermin terlarang, Ya Alloh, terus detektif Randi itu kaya cenayang kali ya bisa tau gitu aja), jika Dina ingin menjadi seperti semula, maka kalian harus menemukan sebatang Coklat Emas. Anggi berkata: dimana kami bisa menemukan sebatang Coklat Emas  itu detektif. Kata Detektif: Coklat Emas itu berada di dalam pohon Beringin dan kalian harus melewati beberapa rintangan, supaya kalian tidak susah maka akan saya berikan petanya sekaligus dengan cincin (perhatikan apakah benda ini nantinya digunakan?, sayangnya tidak) yang bisa membantu kalian di perjalanan.
Peta pertama: Anggi dan Tita  harus melewati sebuah danau dengan menggunakan perahu.
Peta kedua: Anggi dan Tita harus menjawab pertanyaan di Istana Matematika, pertanyaannya adalah : 1/3 + 1/3 = 2/3. Anggi dan Tita berhasil menjawab pertanyaan dengan benar.
Peta ketiga: Kalian harus menemukan kalung yang bertuliskan nama kalian sendiri. Anggi menemukan kalung bernama Tita, sedangkan Tita menemukan kalung bernama Anggi dan akhirnya mereka berhasil menemukan kalung itu.
Peta keempat: Kalian harus menemukan pohon Beringin yang sangat besar, dan kalian harus menyatukan kedua kalung itu dipohon Beringin, sehingga pohon Beringin itu bisa terbuka dan didalamnya ada sebatang Coklat Emas yang kalian cari. 
     Anggi dan Tita akhirnya bisa berhasil memusnahkan Cermin Centil. Tiba-tiba terdengar suara …bangun-bangun sudah siang. Ternyata tadi hanyalah sebuah mimpi. 

(Menemukan keanehan lain???)


Setelah saya selesai membaca cerpen tersebut saya tanya ke Zhira “Jadi ini yang mimpi siapa?”
Nazhira: “Yang mimpi itu Anggi kak, kan jelas tulisannya yang mimpi Anggi, Anggi dibangunin sama bi Ijah”

Saya melihat lagi di paragraf terakhir, dan memang tidak jelas siapa yang mimpi, siapa yang ngebangunin, ko tiba-tiba ada bi Ijah (?). Saya nanya lagi “Jadi mimpinya Anggi itu dari yang mana? Dari petualangan apa dari mana?”
Nazhira: “Jadi semuanya dari awal itu mimpinya Anggi kak”
Saya: senyum nelangsa (mbatin “Kenapa judulnya nggak Mimpi Anggi aja nduk)  -_-“
Sumpah kocak ni anak.

Tapi saya salut, imajinasi Nazhira ternyata,,hmmm...
Dia punya cita-cita menjadi seniman. Hal yang sering ditanyakan Nazhira salah satunya adalah tentang jurusan seni di perguruan tinggi, FSRD ITB salah satunya. Anak yang hebat, masih SD sudah memikirkan jauh sampai perguruan tinggi untuk masa depannya.
Semoga cita-cita mu tercapai nak, amiin :)

Hikmah: Jangan pernah mencoba menyatukan imajinasi kita dengan imajinasi anak-anak. 

  • Share:

You Might Also Like

0 comments