Insiden Anjing di Tengah Malam yang Bikin Penasaran




Title : Insiden Anjing di Tengah Malam yang Bikin Penasaran

Original Title : The Curious Incident of The Dog in the Night-time

Author/Translator : Mark Haddon/Hendarto Setiadi

Rate : 5/5


Novel ini adalah jenis novel yang bisa diselesaikan dalam sekali duduk. Selain karena ceritanya yang nge-hook bahasa yang digunakan juga ringan. Dari segi judul sebenarnya terlalu kaku dan kurang menarik, bahkan judul ini terkesan membocorkan cerita sebelum dibaca yang mana itu sebenarnya tidak baik dalam hal pemilihan judul. Tapi, sang penerjemah memberikan penjelasan pada bagian akhir novel ini bahwa pemilihan judul dibuat demikian dengan tujuan untuk sebisa mungkin tetap memunculkan karakter tokoh yang kaku dan lugas dalam berbahasa.

Bukan hanya judulnya yang kaku, gaya bahasa penulisan novel ini memang simpel, tidak rumit, tapi sangat mengesankan dan itu keren. Jadi, buku Insiden Anjing di Tengah Malam yang Bikin Penasaran adalah cerita yang dikisahkan oleh Christopher seorang anak usia lima belas tahun penderita syndrom Asperger yang berusaha mencari tahu siapa yang membunuh anjing tetangganya dengan aksi detektif terinspirasi dari tokoh favoritnya Sherlock Holmes.

Berkaitan dengan sindrom Asperger, kebanyakan informasi di internet akan mengatakan hal serupa seperti salah satu penyakit autisme, kesulitan dalam berinteraksi sosial, tidak bisa mengekspresikan perasaan, memiliki kecerdasan di atas rata-rata, dan sebagainya. Tapi setelah membaca langsung novel ini Mark Haddon benar-benar ingin agar kita setidaknya mencoba mengalami atau menjadi si penderita Asperger dengan mengikuti kebiasaan-kebiasaan dan cara berpikir Christopher yang akan terasa aneh bagi orang normal.

Dalam misinya memecahkan kasus pembunuhan anjing tetangganya, Christopher dengan pola pikir yang sangat praktis dan logis, bahkan mirip seperti cara kerja komputer, menemukan kesulitan-kesulitan karena dia tidak bisa berinteraksi dengan orang asing. Selain itu dia kesulitan untuk menerima informasi-informasi dari luar yang bersifat non verbal yang menjadikan dia sulit memunculkan dugaan-dugaan peristiwa berdasarkan nalurinya. Baginya apa yang dipikirkan adalah hal yang memang ada dan logis dan dapat dibuktikan secara ilmiah.
Mengenai alur cerita Mark Haddon tidak akan mengecewakan pembaca, meskipun saya sempat berharap buku ini akan seperti buku detektif versi bukan-dari-sudut-pandang-orang-normal-pada-umumnya. Di balik judulnya yang seperti awur-awuran dan sinopsis yang terlihat sangat ringan, penulis sedang bersiap menghadirkan kisah pilu yang coba disampaikan dengan sudut pandang penderita sindrom Asperger yang tentu saja tidak memerlukan banyak kata kiasan atau metafora. Dan kabar baiknya, it is a happy ending story :)

Catatan:
Baca buku ini dan ada kemungkinan sedikit banyak sifat penderita Asperger ada yang nempel di alam bawah sadar. Dan cara berpikir mereka ternyata mengagumkan.

Comments

Popular posts from this blog

Masker Penutup Wajah (Face Mask Pattern and Tutorial)