O (Eka Kurniawan)






Judul     : O
Penulis : Eka Kurniawan
Penerbit : Gramedia

Ini buku Eka Kurniawan pertama yang saya baca. Katanya sih buku dia yang bagus adalah Cantik Itu Luka sama Manusia Harimau tapi waktu itu pas di toko buku lebih tertarik sama cover buku ini, karena warnanya biru kali ya dan juga deskripsinya yang singkat dan unik jadi bikin penasaran. 

Oke, O ini nama monyet tokoh utama dari novel. Jalan ceritanya unik, nggak kaya novel-novel lain. Novel O menceritakan tentang kehidupan seekor monyet betina bernama O yang berusaha mencari jelmaan kekasihnya (menurut kepercayaannya) yaitu Entang Kosasih sebagai seorang kaisar dangdut. 

Tema novel ini mulai dari cinta, kehidupan sosial, agama, dan fabel sekaligus. 

Di sini Eka Kurniawan nggak cuma cerita tentang O, tapi juga tentang kehidupan orang atau hewan di sekitar O bahkan sampai ke kehidupan orang atau hewan yang tidak berhubungan langsung dengan O. Penulis seperti ingin menunjukkan bagaimana kehidupan macam-macam makhluk pada umumnya saling berkaitan meskipun tidak berhubungan, namun sedikit banyak saling berpengaruh satu sama lain. 

Sebagai tokoh utama dalam novel, saya pribadi suka dengan karakter O yang diciptakan penulis dengan begitu nyata. Dia monyet yang punya keyakinan kuat akan mimpinya, dia selalu punya harapan sekuat apapun teman-teman di sekitarnya mengatakan hal sebaliknya. Ya meskipun pada akhirnya dia nggak percaya lagi bahwa jelmaan kekasihnya masih menunggunya berubah jadi manusia. 

Karena baru pertama menemui jenis novel seperti ini, di beberapa halaman pertama saya agak ragu kalo ini novel bagus. Mungkin karena terbiasa baca novel yang jalan ceritanya menceritakan kehidupan si tokoh utama melulu. Tapi novel ini bakal bikin bingung sementara karena seperti menceritakan secuplik adegan-adegan yang dengan sendirinya saya paham. Bingung in a good way i mean. 

Strategi buat baca novel ini adalah ikuti aja apa yang diceritakan dan biarkan otak kita yang menghubung-hubungkan keterkaitannya satu sama lain. Dan siap-siap lieur di tengah-tengah cerita karena tiba-tiba berhenti baca, lepas dari halaman, ngeliatin sekitar sambil mikir “bentar-bentar, ini tadi siapanya si anu ya?”

Nggak tau lah, mungkin ekspresinya bisa lain, tapi saya ngalamin itu beberapa kali. Dan bahkan setiap ada tokoh baru saya mencoba berhenti sejenak terus ngehubungin semuanya dulu dari awal baru rela mulai baca lagi. 

Selain O saya juga ngefans sama Entang Kosasih sebagai monyet bukan sebagai kaisar dangdut. Di sini Entang Kosasih tuh dibuat semacam tokoh utama cowok yang kalo di manusia dia rada-rada bad boy dan slengekan tapi setia sama si O. Bahkan susah kan ya nyari manusia dengan karakter demikian. Hahaha.

Pokonya novel ini lucu, unik, saya belajar banyak gimana rasanya jadi macam-macam hewan. Jadi tikus, jadi burung kakatua, jadi anjing, jadi babi, jadi ular sanca dan juga jadi monyet. Bahkan suatu hari pas behenti di lampu merah ada sirkus topeng monyet, saya ngebayangin monyet itu rela ikut sirkus topeng monyet karena percaya dia bisa berubah jadi manusia dan di kehidupan sebelumnya dia adalah ikan. Lumayan kan, jadi ngilangin bosen di lampu merah. 

Sebagai buku pertama ini cukup menarik dan kayaknya saya akan baca buku Eka Kurniawan yang lain. Manusia Harimau mungkin yang selanjutnya.

Comments

Popular posts from this blog

Masker Penutup Wajah (Face Mask Pattern and Tutorial)

Insiden Anjing di Tengah Malam yang Bikin Penasaran